Dialog Resah

9:28:00 PM



Malam semakin jatuh, menepi menuju pagi.
Tak ada suara kali ini, hanya rintihan jari yang mengadu.

Entah apa yang mau tertulis, hanya ragu.
Semua seakan patah begitu saja, menerjang liar ke segala penjuru pikiran.
Apa yang dapat dilakukan? melihat, merasa atau harus pasrah?
Entahlah, urusan tuhan ....

Masa lalu memang indah, yaaa memang indah, ucap kenangan.
Sadar atau tidak dimana sekarang? bukankah sudah berdiri di zaman yang berbeda?

Getir ini, bergetar lirih ketika tau apa yang di rasa sang adinda.
Masa lalunya merundung harap tuk kembali, takutlah mulai kini.

Sudahlah, nihil untuk terpilih jika lalunya kembali dan menyapa, kalah telak!!
Apa yang harus di bela dari rasa kecewa? Namun, itu yang terpilih jika datang.

Bukan hanya kecewa. Dibodohinya pun iya. Enggan terucap, hati yang bicara lantang.
Dingin menusuk jiwa, inilah pedih dan akhirnya.
Spesial katanya? apa itu balasan dari sang pecinta?
Pasrah dan resah, sudahlah itu yang di rasa ...

Pamit pada sang gelap, ucap datang pada sang fajar, seiring doa sembunyi untuk sang kholik.

Apapun itu hanya hamba dan tuhan yang berbisik pelan disetiap getar bibir yang terucap lirih.

You Might Also Like

0 bersenandung kritik

Like us on Dafont