Harus Berani

12:47:00 AM



Kala malam, Remaja itu dengan serius mendengar bait lagu Sisir tanah, sambil memutar-mutar gelas kopinya di sebuah warung kopi kecil. Lampu sengaja di matikan, hanya suara dan petikan gitar yang terdengar.

Raut mukanya sontak berubah, seakan ada kemarahan yang tertahan. Ia makin gelisah, sesekali ia teguk kopi dengan gemetar. Sayang, pikiranya sudah melayang jauh, terkenang jengkal demi jengkal peristiwa penggusuran yang dulu ia rasakan. Bait demi bait itu menguliti cerita dengan perlahan. Teriakan itu seakan nyata, memanggil-manggil, padahal hanya dalam hayal. Mata sang remaja kini memerah. Ia gigit bibirnya agar mata itu tak mengeluarkan air. Bibirnya mulai gemetar sembari mengikuti bait lagu dengan pelan, dengan lirih, dengan air mata yang akhirnya tak terbendung .

"Dan harus berani, harus berani
Jika orang-orang serakah datang, Harus dihadang.
Harus berani, harus berani
Jika orang-orang itu menyakiti
Harus bersatu menghadapi .... "

Kini remaja itu larut dalam bait demi bait sang pemusik. Dengan perlahan mengantarkan pada nostalgia buram kehidupannya.

You Might Also Like

0 bersenandung kritik

Like us on Dafont