Musim Caleg

Tahun esok 2014, tahun yang sepertinya akan meriah, meriah bukan kerena bangsa ini akan bebas dari bakteri bakeri koruptor bukan pula hilangya kemiskinan dari bangsa ini bukan hilangya kasus kasus gizi buruk dan kesehatan.bukan semua itu bukan apa yang kita harapkan harapkan tadi.tahun depan hingar bingar dunia politik akan bersuara mengobral apa yang menjadi visi dan misi kelompoknya, yap PEMILIHAN UMUM pesta demokrasi Indonesia, Negara yang demokrasi ini akan melakukan pemilihan umum. belum terasa memang, partai partai masih adem ayem belum ada perang argument dan visi misi untuk mendapatkan simpatik rakyat,namun tak kita sadari bahwa hal itu sudah dimulai !!

                jika kita sadari, di sudut ruang kota bukan hanya di di kota besar seperti Jakarta,bandung,Surabaya ataupun medan di kota terpencilpun ada dan pasti terselip di ruang ruang kota,terkadang gambar gambar baliho ataupun poster mereka merusak keindahan tatanan kota, dan yang parahnya lagi poto poto itu tak kita kenal dan tiba tiba ada dalam poster dan baliho meneriakan janji janjinya dan biasanya befoto di samping tokoh tokoh politik negara ini atau ketua patai politik sebagai nilai jual ( gw  juga nyakin belum tentu ketua partainya kenal dengan mereka) !! siapa dia dan apa kepentinganya?? Merekalah para CALEG atau CALON LEGISLATIF yang konon katanya Orang yang berdasarkan pertimbangan, aspirasi, kemampuan atau dukungan masyarakat, dan dinyatakan telah memenuhi syarat oleh peraturan diajukan partai untuk menjadi anggota legislatif (DPR/DPRD) dengan mengikuti pemilihan umum dan ditetapkan KPU sebagai caleg tetap, kepentingan mereka mencari simpatik rakyat agar rakyat mengenal mereka dan mencoblos muka muka meraka saat pemilu dengan apapun cara meraka halal ataupun haram, tulus ataupun dengan politik uang.

                Namun menurut pendapat gw, dari sebagian besar calon calon itu hanya mementingkan kepentingan pribadi, gw bukanya menhujat atau mengsalahkan cara mereka dalam mengambil simpatik rakyat, namun sangat di sayangkan kebanyakan calon calon ini hanya muncul dan mencari perhatian hanya di saat even pemilu ini dan tenggelam di kehidupan jika gagal di pemilu dan akan muncul kepermukaan lagi di pemilu berikutnya, lebih tepatnya mereka meraka hanya ada dan mau terjun ke masyarakat hanya di saat pemilu saja dengan kata lain hanya 4 tahun sekali muncul dan tiba tiba mengobral janji .miris atau tidak jika memang begitu adanya, belum lagi caleg caleg terkadang di ikuti para artis artis indonesia yang ajimumpung karena memiliki kepopuleran semata yang menjadi daya tarik tersendiri.yang menjadi boneka boneka partainya masing masing.

                Datang mengobral janji manis dan biasanya akan pergi begitu saja saat sudah terpilih dan menjadi wakil wakil rakyat disana, mereka akan duduk manis menikmati fasilitas Negara dan mulai pelupa, mungkin bukan pelupa namun pura pura lupa, tuli tak tuli, melihat seakan buta.percaya atau tidak kebanyakan dari mereka jika sudah mendapat kepercayaan dari rakyat akan acuh tak acuh mendengar aspirasi rakyatnya dan seperti menghapus memori tentang visi dan misi saat berkampaye dulu .di fikiran mereka menurut gw hanya 2,pertama mengembalikan modal(karena jadi CALEG engga gratis butuh dana yang besar,bikin kaos yang ada muka dianya,PIN nomor urut dia biar pada engga lupa,belum lagi cenderamata,beloman lagi sembako,nah yang paling rutin beloman lagi music dangdutnya plus biduanya yang katanya budaya rakyat jelas butuh uang uang banyak sebagai modal utama) dan kedua memikirkan secara matang konsep untuk pemilu berikutnya agar terpilih kembali.dan menurut gw kenapa DPR atau MPR menjadi sarang para koruptor kakap , jelas dari pemilihanya sudah jelas bukan tulus di pilih namun ada politik uang yang bermain ketidak jujuran dalam pemilihan yang berujung mereka akan mencari dari manapun uang uang untuk mengembalikan modalnya menjadi caleg inilah celah celah korupsi .dari situlah niat memumpuk kekayaan dan mengkhianati bangsanya di mulai . hal ini yang seharusnya cepat di koreksi oleh pemerintah karna jika terus ceoat atau lambat akan menjadi budaya dan akan terus merusak negeri ini !!



                Sekarang di setiap sudut ruag public sudah mulai beraneka ragam gaya mereka memikat rakyat dengan janji manisnya, gw berdoa semoga rakyat bisa sedikit pintar bahkan sangat pintar dalam memilah para wakil rakyat yang memang pantas bersanding di bangku bangku terhomat itu.agar kita tak lagi tertipu janji janji manis yang terus mereka dengungkan di telinga kita.agar di bangku bangku terhormat terisi orang orang yang benar benar berkompeten dan memang bisa mengurus Negara ini tanpa mau merugikan bangsanya bahkan mengambil yang bukan haknya . 
marilah kita sedikit menyeleksi para calon calon itu jangan dengan uang hak pilih kita di bayar namun dengan penilaian yang ketat , karena hak suara kita sangat berpengaruh untuk bangsa ini. Mari sadar akan banyaknya orang orang seperti itu, semoga pula pemerintah menerapkan sytem baru dan lebih ketat serta selektif dalam penyeleksian calon calon tersebut,bukan orang yang punya uang banyak ataupun orang dari keturunan tokoh tokoh terkenal yang di sokong dana keluarga.tapi orang orang yang meliki impian untuk merubah negeri ini menjadi negeri yang benar adil dan jujur serta mensejahterakan rakyatanya di setiap elemenya.

Hari Pahlawan, Hari Mengulang Sejarah

                Hari ini 10 november,hari pahlawan Indonesia, hari dimana kita merayakanya dengan suka cita dan ritual tabur bunga untuk para aparatur pemerintahan . tahun demi tahun kita melewati hari ini namun sepertinya tak ada yang berubah dalam tatanan negeri ini sama setiap tahunya kemiskinan,kebodohan,kelaparan dan terus melekatnya budaya korupsi dalam pemerintahan negeri.apakah tabur bunga dan upacara bendera bisa merubah semua itu !! jelas “ TIDAK ” ,perlu adaya tindakan yang kongkrit dari pemerintah kita dalam hal itu. Di hari ini seharusnya kita mengenang semua perjuangan para leluhur kita yang mengorbankan nyawanya untuk bumi pertiwi tercinta ini,di hari ini pula seharunya kita mengulang sejarah tokoh tokoh yang telah memperjuangkan segenap raganya untuk bumi nusantara  bukan hanya sekedar memperingati dengan datang ke taman pahlawan dan menabur bunga di depan salah satu makam pahlawan !! jika di kata begitu cara mereka menghormatii para leluhur, mungkin menurut gw salah besar, boleh lah menghormati mereka namun jika mereka dapat berbicara dan melontarkan kata kata untuk negeri ini, gw nyakin mereka tak mau ritual itu pastilah yang mereka mau sebuah perubahan dan sebuah langkah kongkrit pemerintah untuk membangun bumi pertiwi sebagai mestinya mereka cita citakan dahulu, bukan datang setiap tahun kemakam dan menaruh karangan bungan saja dan tanpa sebuah perubahan .

              belum halnya para veteran perang yang masih bernafas hingga saat ini, menuntut haknya pada bumi ini, raga dan keringatnya harus di hargai bukan setelah merdeka kita melupakanya begiu saja.menurut gw Negara ini sangatlah minim tahu bagaimana cara menghargai jerih payah seseorang apa lagi seoarng yang kita katakan seorang pahlawan untuk negeri ini. Sebagaimana yang kita ketahui pastilah ada dana yang terkucur dari pemerintah untuk para veteran itu namun nyatanya tak menyentuh kulit keriput mereka yang menunggu di sudut sempit bumi pertiwi.jika uang pensiun turun pun tak sepadan dengan kebutuhan hidup mereka, sungguh miris dahulu para leluruh mempertaruhkan nyawanya untuk merdeka dan akhirnya hal itu dapat terwujud tanpa ada kata pamrih untuk bumi pertiwi sekarang sekedar menghormati mereka yang masih hiduppun kita tak mampu, keadilan yang mereka cari.

                sebagai contoh gw mengangkat salah satu kehidupan veteran perang republic Indonesia yang kini masih mencari keadilan, beliau bernama Andi Djemma .Hidup adalah perjuangan. Setidaknya inilah yang dirasakan Andi Djemma, seorang veteran perang kemerdekaan RI. Pada masa penjajahan, Andi dan rekan-rekannya bertaruh nyawa merebut kemerdekaan. Kini setelah 68 tahun sejak Soekarno membacakan teks proklamasi, Andi tetap harus berjuang melawan kemiskinan dan penggusuran. “Tidak dihargai veteran!” kata Andi di Makassar, Sulawesi Selatan.
                Andi adalah Wakil Ketua Legiun Veteran Cabang Kota Makassar. Dua tahun silam, Andi dan rekan-rekannya sesama veteran harus digusur dari rumahnya yang ditempati sejak 1947.
               
Setelah rumah mereka dibongkar, kini Andi Jemma bersama sekitar 20 anggota veteran lainnya terpaksa tinggal di tanah wakaf Pemerintah Kota Makassar. Di atas tanah bekas rawa itulah Andi dan rekan-rekannya menghabiskan masa tua. “Saya tidak cerita yang tidak benar, saya dosa [jika bohong],” kata Andi yang masih lantang walau giginya tinggal beberapa.

                Di balik balutan kulitnya yang telah keriput, patriotisme Andi masih berkobar. Mengenakan baju beserta atribut veteran, dan terus memperhatikan negeri ini dari sudut nusantara .

                kita telah melihat bagaimana nasib mereka , itupun baru salah satu dari mereka bagaimana nasib yang lainya apakah mereka sudah hidup dengan nyaman merasakan kemerdekaan negeri ini?? Entah hanya tuhan yang tahu perihal itu .

              
  hingar bingar hari ini terus terlihat di penjuru negeri,dari tukang beca,kuli bangunan mahasiswa sampai PSK di gang dollypun merayakanya, berbagai carapun dilakukan untuk menyambut hari ini, namun tak kita sadari apakah ada yang berubah dari negeri ini?? Apakah ada kemajuan yang sangat besar kita rasakan?? Mari bersama kita rubah tatanan bumi pertiwi dengan cara memperingati hari ini sebagai hari dimana kita mengulang sejarah pahlawan dan memperaktekan apa yang meraka lakukan dengan cara zaman sekarang bukan berperang atau bertaruh nyawa, namun bersama memajukan bumi pertiwi ini dan terus berusaha memerdekakan negeri ini dari kata “ ketidak adilan “ yang merampas hak hak warga negara Indonesia dengan cara seperti ini hari pahlawan akan terasa mengena.tak bisa dipungkiri bahwa Negara ini perlu the next pahlawan bukan lagi seoarang pengkhianat pengkhianat bangsa.


SELAMAT HARI PAHLAWAN BUMI PERTIWI
                

twitter